Beberapa tahun lalu, aku pernah menonton sebuah film. Judulnya Pay It Forward. Film tersebut banyak membuka pikiranku tentang membalas kebaikan. Membalas kebaikan tidak selalu harus kepada orang yang membantu kita secara langsung. Kita bisa membalasanya dengan melakukan kebaikan untuk orang lain yang benar-benar membutuhkan.
Tokoh utama dari film tersebut adalah seorang anak kecil, yang aku sendiri sudah lupa namanya. Anggaplah nama anak itu Bintang. Bintang memilki seorang ibu yang sudah lama menjanda bernama Pelangi. Kisah ini dimulai ketika Bintang diberi tugas oleh gurunya, Pak Meteor untuk mengerjakan suatu proyek dengan tema mengubah dunia. Awalnya Bintang bingung bagaimana cara mengubah dunia jika Ia hanya diberikan waktu setengah semester saja. Banyak temannya yang sudah menyiapkan rencana membuat poyek-proyek dengan teknologi sederhana. Namun menurut Bintang, proyek semacam itu belum tentu bisa mengubah dunia secara keseluruhan. Ia menginginkan proyek yang lain daripada yang lain.
Akhirnya, dengan pola pemikiran yang sederhana, Bintang menemukan cara mengubah dunia. Ia berkomitmen untuk melakukan kebaikan pada tiga orang. Ketiga orang yang dibantunya, harus membalas kebaikannya dengan cara melakukan tiga kebaikan lagi kepada orang-orang di sekitarnya.
Bintang memulai proyeknya dari orang terdekatnya, yakni ibunya si Pelangi. Ia merasa kasihan dengan Pelangi yang sudah lama menjanda dan bekerja untuk menafkahinya. Bintang berusaha menjodohkan Pelangi dengan gurunya yang bernama Meteor, yang tak lain orang yang memberikan tugas kepada Bintang. Meteor yang punya masa lalu kelam dan memiliki bekas luka di wajahnhya bukanlah orang yang gampang untuk dijodohkan dengan Pelangi. Namun dengan berbagai cara yang dilakukan Bintang, keduanya bisa cocok satu sama lain. Dengan menjodohkan keduanya, Ia merasa sudah membantu kedua orang tersebut dan Ia meminta mereka membalasnya dengan kebaikan kepada orang-orang di sekitarnya. Mereka berduapun yang awalnya merasa lucu dengan permintaan Bintang, akhirnya mencoba melakukan kebaikan pada tiga orang lainnya dan meminta hal yang sama seperti yang Bintang minta.
Tak disangka-sangka kebaikan yang bermula dari Bintang akhirnya menyebar kemana-mana, bahkan seluruh dunia. Namun sayang di akhir cerita tokoh Bintang tidak bisa menikmati hasil proyeknya. Sebab Bintang dikisahkan meninggal dunia, ketika mencoba melakukan kebaikan ketiga kepada seorang temannya. Aku sedikit lupa, kalau tidak salah tokoh Bintang meninggal dunia karena ditusuk oleh kawannya secara tidak sengaja. Banyak orang yang merasa telah tertolong mengadiri pemakaman Bintang. Pada saat adegan tersebut, aku tidak bisa menahan air mata yang keluar dan ingus-ingus yang turun dari hidungku.
Film ini kutonton saat aku masih duduk di bangku SMA, sehingga banyak sekali adegan-adegan yang kulupa. Namun aku tak pernah lupa tentang proyek Pay It Forwad dari tokoh utama yang digambarkan seperti pohon faktor atau lebih tepatnya mirip dengan pola sistem MLM.
Hmmmmm…andaikan memang benar-benar ada kejadian seperti yang di film tersebut… Sepertinya aku berharap terlalu banyak….hehehe…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar