Setelah membaca email yang dikirmkan seorang kawan, aku jadi teringat masa-masa kecilku dulu. Isi emailnya tentang daftar hal-hal yang mengindentifikasikan anak-anak gaul ABG di tahun 90-an. Kocak-kocak banget deh daftarnya.
Dulu itu karena masih labil dan sering ikut-ikutan aku selalu saja terbawa arus mode-mode pada saat itu. Waktu lagi ngetrend-ngetrendnya sepatu Dr. Martin alias dokmart, aku pernah merengek minta dibelikan sampai membuat pusing mamah dan papahku. Apalagi aku mintanya yang harganya lebih mahal, yang jumlah lubangnya ada delapan biji hehehe.. Tapi setelah sepatu itu kudapatkan, aku malah malu memakainya..kayanya terlalu berat dan membuat kaki jadi panas. Alhasil aku kembali lagi ke sepatu kedsku yang lama. Tapi pada saat itu tak pernah terbesit sedikitpun perasaan bersalahku ke mamah dan papah yang udah dibuat pusing nyari-nyari sepatu model kaya gitu.

Untungnya trend baju bergambar Alien, bertuliskan Stussy, dan celana gombrong bergaris tidak sampai membuat keduanya pusing. Karena sudah lebih besar, aku sudah berani mencari semua
yang kuinginkan sendiri. Mamah dan papah tinggal memberiku uangnya saja, dan aku bebas memilih... Namun baju, celana, sepatu dan semua barang-barang yang kubeli terkadang tidak berlangsung lama. Mungkin karena sifatku yang bosenan atau terkadang apa yang kupilih nggak terlalu pantas untukku, aku jadi malas memakai semuanya. Tak jarang hal ini juga membuat mamah dan papah sering marah dan merasa aku terlalu boros. (maaf...)
Hobiku mengikuti trend ngak cuma sekedar masalah pakaian atau sepatu saja. Aku dan geng-geng SMPku pernah ngefans berat sama sebuah boys band asal Tulsa bernama Hanson. Gara-gara ngefans sama Hanson, tempat favoritku adalah toko majalah luar negeri yang ada di daerah Melawai yakni Rubinos. Hampir tiap hari sepulang sekolah, aku dan kawan-kawanku pergi ke sana hanya untuk sekedar melihat-lihat atau membeli. Padahal kalau udah sampai di rumah majalah-majalah itu akhinya cuma kuguntingi saja, dan dijadikan kliping..ya aaaampuuunn boros banget yah!!! Bahkan setiap kali ada info tentang konser-konser mereka, aku dan kawan-kawanku langsung mencari VCDnya di toko-toko kaset atau video hehehe. Kamarku pun penuh dengan poster-poster serta pin-up mereka yang kudapatkan dari berbagai macam majalah...Dan jujur saja..kamarku tidak menjadi lebih bersih dengan adanya gambar-gambar itu..malah jadi semakin terasa sempit dan aneh, karena tiap kali aku merasa mereka mengawasi dan tersenyum terus kepadaku..hiii seraaam...
Yang lebih ngeselin lagi, pas lagi les privat di rumah dengan seorang guru yang direkomendasikan oleh wali kelasku, aku dan kawanku tidak pernah memperhatikan apa yang diajari oleh guru tersebut. Aku dan kawanku lebih sering menonton VCD konser Hanson sambil pura-pura ndengerin guru mengajar... kasian guru kami...(maaf yah pak Bambaaaang).. dan yang bikin aku malu..ternyata pas aku mulai masuk SMA, guru les privatku akhirnya menjadi guru matematika di SMAku...huwaaaaa.....dan dia masih ingat semua kelakuanku dan kawan-kawanku...maaaf..maaf...maaf...
Tapi semenjak ngefans berat sama Hanson, aku berkomitmen untuk tidak menjadi fans berat para anggota band atau selebriti manapun..cape..dan ngabis-ngabisin duit...
Kocak-kocak banget yah memori jaman dulu itu..kayanya semua serba polos dan apa adanya.
Nggak pernah deh aku mikirin yang berat-berat.
Bahkan saat menghamburkan duitpun,
mana pernah aku kasihan sama mamah papahku.
setiap hari rasanyaa menyenangkan..hehehehe..
Sampai detik inipun aku nggak bisa berhenti senyum kalau inget semua masa lalu
yang penuh warna itu...hehehehehehe...
Begitu juga dengan kedua orang tuaku..
yang terkadang masih sering ngeledekin tentang kelakuan-kelakuan seenak udelku sendiri
yang seringkali membuat mereka pusing
dan menggelengkan kepala..hehehe..
Dulu itu karena masih labil dan sering ikut-ikutan aku selalu saja terbawa arus mode-mode pada saat itu. Waktu lagi ngetrend-ngetrendnya sepatu Dr. Martin alias dokmart, aku pernah merengek minta dibelikan sampai membuat pusing mamah dan papahku. Apalagi aku mintanya yang harganya lebih mahal, yang jumlah lubangnya ada delapan biji hehehe.. Tapi setelah sepatu itu kudapatkan, aku malah malu memakainya..kayanya terlalu berat dan membuat kaki jadi panas. Alhasil aku kembali lagi ke sepatu kedsku yang lama. Tapi pada saat itu tak pernah terbesit sedikitpun perasaan bersalahku ke mamah dan papah yang udah dibuat pusing nyari-nyari sepatu model kaya gitu.
Untungnya trend baju bergambar Alien, bertuliskan Stussy, dan celana gombrong bergaris tidak sampai membuat keduanya pusing. Karena sudah lebih besar, aku sudah berani mencari semua
yang kuinginkan sendiri. Mamah dan papah tinggal memberiku uangnya saja, dan aku bebas memilih... Namun baju, celana, sepatu dan semua barang-barang yang kubeli terkadang tidak berlangsung lama. Mungkin karena sifatku yang bosenan atau terkadang apa yang kupilih nggak terlalu pantas untukku, aku jadi malas memakai semuanya. Tak jarang hal ini juga membuat mamah dan papah sering marah dan merasa aku terlalu boros. (maaf...)
Hobiku mengikuti trend ngak cuma sekedar masalah pakaian atau sepatu saja. Aku dan geng-geng SMPku pernah ngefans berat sama sebuah boys band asal Tulsa bernama Hanson. Gara-gara ngefans sama Hanson, tempat favoritku adalah toko majalah luar negeri yang ada di daerah Melawai yakni Rubinos. Hampir tiap hari sepulang sekolah, aku dan kawan-kawanku pergi ke sana hanya untuk sekedar melihat-lihat atau membeli. Padahal kalau udah sampai di rumah majalah-majalah itu akhinya cuma kuguntingi saja, dan dijadikan kliping..ya aaaampuuunn boros banget yah!!! Bahkan setiap kali ada info tentang konser-konser mereka, aku dan kawan-kawanku langsung mencari VCDnya di toko-toko kaset atau video hehehe. Kamarku pun penuh dengan poster-poster serta pin-up mereka yang kudapatkan dari berbagai macam majalah...Dan jujur saja..kamarku tidak menjadi lebih bersih dengan adanya gambar-gambar itu..malah jadi semakin terasa sempit dan aneh, karena tiap kali aku merasa mereka mengawasi dan tersenyum terus kepadaku..hiii seraaam...
Yang lebih ngeselin lagi, pas lagi les privat di rumah dengan seorang guru yang direkomendasikan oleh wali kelasku, aku dan kawanku tidak pernah memperhatikan apa yang diajari oleh guru tersebut. Aku dan kawanku lebih sering menonton VCD konser Hanson sambil pura-pura ndengerin guru mengajar... kasian guru kami...(maaf yah pak Bambaaaang).. dan yang bikin aku malu..ternyata pas aku mulai masuk SMA, guru les privatku akhirnya menjadi guru matematika di SMAku...huwaaaaa.....dan dia masih ingat semua kelakuanku dan kawan-kawanku...maaaf..maaf...maaf...
Tapi semenjak ngefans berat sama Hanson, aku berkomitmen untuk tidak menjadi fans berat para anggota band atau selebriti manapun..cape..dan ngabis-ngabisin duit...
Kocak-kocak banget yah memori jaman dulu itu..kayanya semua serba polos dan apa adanya.
Nggak pernah deh aku mikirin yang berat-berat.
Bahkan saat menghamburkan duitpun,
mana pernah aku kasihan sama mamah papahku.
setiap hari rasanyaa menyenangkan..hehehehe..
Sampai detik inipun aku nggak bisa berhenti senyum kalau inget semua masa lalu
yang penuh warna itu...hehehehehehe...
Begitu juga dengan kedua orang tuaku..
yang terkadang masih sering ngeledekin tentang kelakuan-kelakuan seenak udelku sendiri
yang seringkali membuat mereka pusing
dan menggelengkan kepala..hehehe..
jaduull oh jaduullll....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar