Senin, Oktober 08, 2007

intermezzo satu

Tadi pagi sebelum berangkat ke kantor, kusempatkan diri membaca surat kabar sebentar. Di surat kabar dimana aku berlangganan, ada sebuah rubrik yang sangat kusenangi. Tapi aku lupa rubriknya apa. Letaknya di pojok kiri halaman depan. Dibandingkan judul headline, aku lebih suka membaca rubrik itu terlebih dahulu, bahkan terkadang hanya rubrik itu saja yang kubaca..hehehe..
Judul yang dimuat hari ini aku juga lupa..tapi intinya tentang kemenangan setelah sebulan puasa. Aku merinding banget ngebacanya. Gimana gak merinding...kalo misalnya udah sebulan kita puasa tapi puasa kita nggak ada nilainya di mata Tuhan cuma gara-gara kita nggak bisa menangkap inti dari puasa itu. Sia-sia dong rasa lapar yang kita tahan sebulan ini....

Aku jadi bertanya-tanya..gimana yah nilai puasaku...adakah?? atau hanya nol?? atau bahkan minus??..
Kucoba untuk memflash back puasaku selama hampir sebulan ini..

  • Sholat Tarawih cuma sekali
  • Ngomongin orang nggak pernah kulewatkan...yaa ampuun
  • Hari ke 6 bulan Ramadhan aku bertengkar hebat dengan keluargaku
  • Suudzon ke pacarku pun juga kadang timbul

Yaa ampuun..kayanya nggak ada yang bagus-bagus yah yang kulakukan selama hampir sebulan ini....
Aku teringat, ketika diadakan buka puasa bersama di kantorku. Seorang petinggi di perusahaan sempat memberikan wejangan. Ia mengaku bahwa ia memang tidak melakukan Sholat sebab belum mendapat hidayah atau panggilan. Dan sejujurnya aku kurang menyukainya...sebab numbuh rambut di kedua telinganya yang membuatnya nampak aneh dan terlihat nyebelin.
Tapi wejangannnya saat itu sangat bagus. Puasa seharusnya merubah seseorang. Ia mengibaratkan seekor ular dan ulat. Ular hanya bisa ber-evolusi menjadi ular, sedangkan ulat bisa berubah menjadi seeokor kupu-kupu yang cantik. Ia berkata, jika kita bisa menangkap inti dari puasa, seharusnya puasa kita seperti puasanya seekor ulat, bukan ular. Intinya, puasa seharusnya merubah kita menjadi seorang yang berubah ke arah kebaikan..

Bagaimana denganku? denganmu? dan anda semua?.....sudahkah menangkap intinya?

Tidak ada komentar: